Ini tak adil bagimu!

Rabu, 18 mei 2016 

Siang jelang sore yang sedikit gerah saat itu. Setelah selesai kuliah AKP oleh pak Aminullah, aku langsung ke loby fakultas. Membuka laptop mencoba untuk koneksi internet menggunakan fasilitas wifi fakultas yang ternyata sedang bermasalah. Padahal ada beberapa tugas yang ingin aku kerjakan. 

Gadis itu datang, seperti biasa – dengan muka kekanak-kanakannya yang manja – dan duduk tepat di samping kiriku. Setelah sedikit berbasa-basi, dia bertanya padaku mengenai proposal penelitiannya yang minta direvisi oleh salah satu dosen pembimbingnya. Dia bingun apa yang harus dilakukannya. Yah, sebagai kakak senior yang baik (ngakunya :v ) dan ada pengalaman di situ, aku menanggapinya, menjelaskannya. 

“Kenapa kau begitu bersemangat menyelesaikan kuliah Desember nanti?” Tanyaku setelahnya. 

“Karena ibuku, dan keluargaku…, mau aku ceritakan? Ini sedikit rumit!” jawabnya. 

“yah,” balasku singkat. 

Dia mulai bercerita sedikit panjang lebar, tentang dirinya, keluarganya, dan hingga bagaimana dia bisa melanjutkan pendidikan di sini. Dan bagaimana nantinya jika tidak bisa menyelesaikan kuliah bulan dua belas tahun ini. Serta berbagai kemungkinan yang tidak dia inginkan. 

Aku tertegung mendengarnya. 

“Ini tak adil bagimu…! Tidak! Aku tidak setuju. Bagaimana kau menjalani semua ini? Tidak kah kau merasa tertekan? kau menikmatinya?” sergahku. 

Dia tertunduk, lalu menjawab; “mau bagaimana lagi kak..?” 

***
Di balik semua cerita yang temanku utarakan padaku, ada pelajaran yang harusnya aku pahami di sana. Dia begitu hebat dan tegar

Ilustrasi gadis hebat [sumber:http://versiteks.com/]

Apa komentar kamu? :D