Catatan

  • Apa kabar, Desember?

    Hai, Desember. Apa kabar?Telah sampai jejak kita di penghujung tahun,melarung sebagai sepasang kerinduandan penantian yang selalu menginginkan pertemuanmata, hati, dan telinga tanpa rekayasa. “… menunggu janji menuai nyata di beranda senja yang makin menua,” bisikku. Tidak usah menjadi senja jika yang kau genggamkini masih saja malam dengan keheninganyang menakutkan getar. Katakan pada gerimis,jika senjamu tiba,pastikan…

  • Letter from Zah

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jika suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini, maaf jika masih banyak kamu temukan kekurangan, karena aku baru belajar untuk ini. Aku ingin kamu tahu jika motivasiku untuk bisa memulai menulis ini adalah kamu. Rasanya tidak adil jika aku hanya terus membaca tulisanmu, membiarkanmu menulis tentangku walaupun itu hanya sesekali. Aku sangat…

  • Suatu Sore di Bulan yang Sama Seperti Tahun Itu

    Sudah banyak sore yang kita lewati bersama selama empat tahun ini, mulai dari sejuk hingga dingin dan gerimis, juga senja yang hangat bahkan gerah. Ada saja cara kita melewatinya. Sekadar jalan beriring ketika pulang kuliah, kadang duduk bersama menikmati senja di halte depan baruga, jongging mengelilingi kampus. Juga kadang kamu menemaniku menikmati jus alpukat favoritku di…

  • Zah,

    Halo, Zah. Aku ingin memulai ini dengan menanyakan kabarmu, tapi kamu pasti sudah tahu ini hanya akan jadi basa-basi klise. Kamu baik-baik saja, kan? Aku mengikuti media sosialmu. Seperti biasa, kamu selalu terlihat ceria dan anggun di dalam foto. Aku harap senyum dan ceriamu benar-benar asli karena bahagia, bukan dibuat-buat. Kamu sekarang juga sedang aktif…

  • Gerimis Oktober

    Saat aku berjalan menyusuri jalan itu dengan langkah setengah berlari, rasanya jiwaku tak lagi ada di sini, mengambang dan ingin sesegera mungkin pergi dari penglihatannya. Khawatir dia akan melihat mataku dan tahu kebenaran yang tersembunyi di dalamnya. Sebatang pohon seakan mencemoohku karena aku begitu terhanyut oleh mimpi-mimpi dan rencana yang aku bangun sendiri dengan memasukkannya…

  • Menjadi ilustrasi muram

    “Kau akan berusaha untuknya, bukan?” tanya Taa suatu ketika, setelah ia selesai dengan ceritanya dan juga rencana-rencana hidupnya.  “Dengarkan aku,” ujarku. “Ada seorang pria dari sebuah tempat yang tidak jauh, yang jatuh cinta pada seorang sahabatnya sendiri yang berparas cantik dengan senyum manis dan cerdas. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Akan kuceritakan padamu. Jauh sebelum bertemu…

  • Dia pergi (lagi)

    Belum cukup sepekan di sini, dia pergi lagi. Tak masalah, aku bahkan tak merasakan apa-apa. Berat melepaskan? Sedih? Tidak! Maafkan aku yang sudah tak merindukan sosokmu lagi. Sesaat sebelum keberangkatannya di minggu pagi buta yang dingin itu, dia menghampiriku lalu memelukku dengan sangat eratnya, aku sempat menatap wajahnya yang terisak sepersekian detik, matanya merah dengan…

  • Ini tak adil bagimu!

    Rabu, 18 mei 2016  Siang jelang sore yang sedikit gerah saat itu. Setelah selesai kuliah AKP oleh pak Aminullah, aku langsung ke loby fakultas. Membuka laptop mencoba untuk koneksi internet menggunakan fasilitas wifi fakultas yang ternyata sedang bermasalah. Padahal ada beberapa tugas yang ingin aku kerjakan.  Gadis itu datang, seperti biasa – dengan muka kekanak-kanakannya…

  • Luka di Pundi Lemo

    Di kaki Gunung Lakawan, Kecamatan Anggeraja, Enrekang. Mendung dan kabut selalu menjadi misteri. tak ada yang tahu, kecuali Dia. rasa yang tiba-tiba muncul karena ketidak-sengajaan, luka yang sedianya masih dalam proses penyembuhan kembali menganga, perih tak tertahankan. tangis sedihmu tak bisa kuhapuskan. kau kembali melakukan ‘kesalahan’ yang sama. aku membencimu! Awan gelap menyelimuti langit Pundi…