Mudik, Berhati-hatilah Kawan!

Mudik
Mudik by pixabay.com
"Pulang dulu!" itu dalam bahasa indonesia-nya. Tahun ini diperkirakan ada dua puluh juta pemudik yang bergerak antar kota antar wilayah. Bukan hanya dari Jakarta, Tapi dari seluruh Indonesia. Berbondong-bondong kembali ke daerah asal, ke desa, ke kampung, ke dusun yang membawa semua pesan kejayaan di tanah perantauan.

Waspada kawan, ada dua sifat buruk yang mengintai kita, setan dilepas esok hari, dia bertengger di tengkuk kita dan siap meniupkan hawa panas sifat buruk tadi. Apa itu?

Ujub (Bangga diri). ketika berkumpul bersama keluarga, saudara, dan tetangga, gampang banget perasaan ini muncul. Baju yang harus paling baru, paling wangi, perhiasan, harus keluar semua dari gelang segedeng gaban. Kalung sebesar rantai anak dinosaurus.

Gemerlap ketika duduk di antara orang-orang yang dianggap kampung yang dulu ditinggalkan. Mobil harus mulus, diparkir di depan sendiri oleh dilihat seluruh saudara yang datang silaturahmi. Hati begitu lezat menikmati pandangan mata kagum pada yang kita miliki, pandangan dan ucapan mereka melenakan hati.
"Wah, sudah sukses sekarang ya mas"
"Aduh mbak, keren abis deh sekarang, sudah sukses yah hidupnya."
"Wah, pak desa aja kalah sama kamu Bro, hebat sekali dirimu.."
Lezat sekali.. Sungguh lezaaat sekali semua pujian itu!

Saat itulah setan masuk ke hati, ke otak, menarik tangan untuk menepuk dada.
"Iya laaah... Aku sukses karena kerja kerasku, apapun yang aku punya sekarang... Bla bla bla crut!"
Dosa ujub langsung tertancap di jidad.. Jleb!

Kemudian sifat yang lainnya adalah Riya' (menonjolkan kebaikan agar dipuji). Setan yang dilepas makin liar bergerilya lagi. Keluarga besar berkumpul, saatnya bagi-bagi rezeki, momen unjuk diri bahwa kitalah yang paling hebat! kitalah yang paling berpendidikan! kitalah yang paling pintar! kitalah yang paling dermawan di keluarga besar ini..! Woww!

Lalu setan mengajari caranya, semua keluarga bahagia! Ngasihnya jangan pas sepi, pas rame dong, biar semua orang melihat.. Jangan lupa pas ngasih uangnya jangan dilipat, biarkan terbuka, kalau perlu dikibas-kibaskan biar kelihatan warna merahnya.

Nikmati lezatnya decak kagum dari mereka semua! Luar biasa nikmatnya, lezat! Hati ini begitu bangga. Akulah orang yang paling hebat di antara mereka semua!

Saat itulah dosa riya menempel di jidad kita.. Tepok! Dan setan bahagia berguling-guling karena bertambah temannya.

Sindiran di komkik yang saya baca, menarik, ada bahagia.

"Horeee!! Besok lebaran!"

"Eh, kamu kemarin puasa tidak?"

"Tidak.."

"Terus ngapain ikut lebaran? Lebaran itu untuk orang-orang yang menang!"

"Jleb! Jlep!"

Dialah pemenang sesungguhnya, yang selama ramadhan menuntaskan ibadahnya.

Puasa dimangsa.. semua sholat disikat.. Tadarus digerus..

Semua tunai dan tertib diselesaikan karena taat kepada Allah penciptanya. Pulang mudik dengan kemenangan dan kesederhanaan, baju yang dipakai di hari raya belum tentu baru, tapi bersih dna wangi. menghormat pada waktu bertemu sanak famili.

Ketika memberi tangannya telungkup, cukup hanya Allah dan dia sendiri yang mengetahui. Dalam gemerlap kembang api dia memilih menyelinap di rumah duafa yang santuni. menggenggam tangan mereka memberi rezeki yang dia miliki tanpa harus diketahui sanak famili.

Sebulan penuh malaikat di pundak kanannya mencatat kebaikan hingga berpeluh. Bahkan hingga hari raya tiba, setan tidka diberi tempat bersender di tengkuknya. Engkaulah yang paling berhak menyandang bahagia di ahri raya.

Mudik.. Pulang dulu yaaa.. bisa juga jadi simbol perpisahan dan pamitan selamanya. Tahun 2014 lalu, 908 jiwa meninggal dunia di jalan dalam ritual mudik. Mereka berpamitan untuk kembali kepada Tuhannya. Taun kemarin pun terus berjalan angkanya.

Sungguh mudik itu bukan hanya soal kebahagiaan dan waktu pamer kelebihan, tapi juga waktu berhati-hati, jangan sampai malaikat mau sudah mengintai kita di belakang, ketika pamitan mudik kita ucapkan.

Hadirkan Allah di setiap perjalanan, undang keselamatan dengan doa, tangkal malapetaka dengan sedekah di muka. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita. Amalku, dan amal kalian.

Selamat mudik teman-teman.. Ingatlah Allah Selalu.

*Ditulis sesaat setelah mengantar kepergian kawan yang mudik hari ini, sementara diri tak bisa mudik. Insya Allah tahun ini lebaran di Tanah Legenda, Jawa Timur.
*Dari tulisan Saptuari Sugiharto dengan sedikit gubahan.

Dia, yang mengotori langit


Suatu ketika seorang lelaki pemarah menemui kakek tua uzur.

Dia memaki kakek tersebut dengan kata-kata kasar. Sang kakek hanya mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, kakek bertanya kepadanya; Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?”

"Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.

”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu," timpal Kakek. "Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.

Kita tidak bisa mengotori langit (meludah ke langit).

Sumber: inspirasidaily.com

Senyum Desintegrator di Resep 2016

Saat Desintegrator bercerita tentang loyalitas, ingatkah kamu?

*Hutan Pendidikan Unhas, 6-8/01/2017

Galeri - ProRev15 di RESEP 2016

sebagian anggota Keluarga kecil 'Prorev15 di kegiatan RESEP 2016
Itu mulut biasa aja yaa :p

di hutan Pendidikan Unhas - Bengo-Bengo, Maros, 6-8 Januari 2017

Aku masih menulis tentangmu, tapi..

wooi, itu judul apaan siih?? :D

Sudah lama sekali ya tidak membaca tulisan galau dari saya. hahah... kalau tidak salah Oktober 2016 kemarin adalah terakhir kalinya curhat di blog ini.

Eh, ngomong-ngomong aku sudah sarjana loh sekarang. hiihih.. (kamu tidak mau kasi ucapan selamat atau apaa begituu ?? :D ) *ngarep 

Iya deeh, nda apa-apa.. sadar diri kok, diri ini bukan siapa-siapanya situ -__+
"...mungkin aku hanyalah sebuah lagu yang tak pernah ingin didengarkan."
Teruuusss???

Okke, ini jelas sekali ngelantur alias Gaje. Skip.

Sebenarnya postingan ini untuk menjawab pertanyaan beberapa orang pengunjung setia blog ini (memang ada?? iya dong, ribuan! :p) yang bertanya lewat chat maupun sampaikan langsung. Katanya, kenapa tidak pernah menulis lagi ?

Jadi sebenarnya aku masih menulis, rutin. Tiap hari malah. Isinya itu curhatan, puisi tak beraturan dan kalimat ala-ala pujangga tak dianggap gitu. hahah.. hanya saja tidak diposting disini, tapi di blog lain, yang baru.

Setelah wisuda sarjana Desember kemarin, aku menghadiahi diriku sendiri dengan beli sebuah domain untuk blog baru itu (alamat blognya rahasia.. heheh.) Mungkin saja kamu sudah baca, tapi tidak tahu kalau aku yang menulis itu.

Jadi untuk selanjutnya saya hanya akan memposting disini momen kegiatan-kegiatan yang kurasa penting, dan juga artikel yang bermanfaat tentunya. Sedangkan curhatan-curhatan ditulis di blog satunya. hehhe
Aku masih menulis tentangmu, tapi bukan disini, di tempat yang lebih spesial. Aku akan mengabadikan kisah kita :D 
 Terima kasih sudah membaca pengumuman tak penting ini, have a nice day ^_^


Makassar, 07 Januari 2017
Pukul 00.11 WITA

Kursi kosong -pemanis postingan, tidak ada hubungannya.


Hei, aku menyelesaikannya

Kamis, 21 Desember 2016. hari dimana aku secara resmi dinyatakan sebagai alumni Universitas Hasanuddin,  menyandang gelar sarjana dengan semua hak dan kewajiban yang mulai aku beban.

Empat tahun dua bulan, tidak tepat waktu meski tak juga bisa dibilang terlambat. Aku menyebutnya lulus di waktu yang tepat. *abaikan, yang ini hanya pembenaran :D

Aku berhasil menyelesaikan apa yang telah aku mulai, meski dengan jalan tertatih. tidak usah aku ceritakan perjuanganku. ini terlihat lebai sekali. haahha..

Intinya, aku cuma mau sampaikan bahwa aku telah menyelesaikan pendidikan Strata satu-ku sekarang :D

Selamat datang di dunia nyata, sarjana muda.
teruslah bersemangat!

Kalau boleh, aku menyebutnya geng Ikhwa (tidak pakai N :D ) ; Aldi, Ikhwan, Yuyuu dan tentu saja aku.
ini hanya masalah waktu dan prioritas kawan, betul?

Sebelum acara wisuda dimulai. Inilah sebagian dari wajah-wajah puas akan hasil perjuangan.
Di dalam Baruga AP. Pettarani yang megah nan sakral

Bersama teman-teman seperjuangan yang kami menyebutnya 'Pejuang 22/11' setelah resmi menjadi alumni.
Sukses dan bahagia selalu buat kalian semua!

dan ini, sahabat yang telah lebih dahulu menyelesaikan sarjananya (kiri kanan).
Terima kasih atas segala bantuan dan semangat-semangatnya.
lihatlah, aku juga bisa kan?!! :D