Menerima Diri Sendiri & Kenyataan

Memang kenyataan sangat jauh berbeda dengan angan atau mimpi yang diidamkan. Dan hal inilah yang membuat kita tidak memiliki passion untuk menjalaninya.

Tetapi apakah itu akan menjadi alasan kita untuk berhenti?

Ketika kenyataan membuat kita berhenti untuk maju, itu berarti kita belum dapat menerimanya. Ini bukan tentang bagaimana kita menerima kenyataan, atau faktor luar lainnya. Tetapi menerima di sini adalah “bagaimana kita menerima diri kita sendiri” sebagaimana apa adanya diri kita. Ketika semua hal menyatu dengan kita, justru inilah yang membuat kita mengerti apa itu kenyataan.

Ai (cinta) dalam Kanji Jepang merupakan penggabungan dari kata kokoro (hati) dan ukeru (menerima).

Apa yang kita dapat dari hal ini?

Menerima dengan hati akan menumbuhkan cinta.

Lebih dari itu, ini bukanlah sebuah filosofi Jepang yang dibuat-buat, tapi ini memang kenyataannya. Menerima, bukan apa-apa jika tidak ada cinta.

Jadi sekarang, apakah kita hanya akan menerima dengan biasa, dan justru hanya akan menimbulkan kekecewaan di kemudian hari?

Itu tergantung dengan kamu. Bagaimana kamu menyikapi kenyataan. Terlebih lagi diri kamu sendiri. -Sam

Apa komentar kamu?