Yakin masih tentang kamu?

dari Catatan Seorang Pecundang

Jika kamu bilang aku masih berharap, Hmm rasanya tidak. pun sama halnya jika kamu berpikir bahwa hidupku ini masih saja melulu tentang kamu.

kamu yakin?

Dengan pergi meninggalkanku (sebut saja berhasil melukaiku), bukan berarti kamu telah memenangkan takdir. Aku sama sepertimu. Pernah menetap di sebuah hati, pernah memilih pergi, pernah meninggalkan tanpa rasa kasihan dan pernah gigit jari karena semua logika yang aku pertahankan mati-matian, harus lebam, hanya karena realitas yang tidak pernah bisa aku mengerti.

Tapi lihat..!

Aku mungkin terluka. Tapi tidak mati kan? Kamu salah, memilih sendiri bukan berarti tidak mampu melepasmu. Atau seperti katamu, sulit menerima keadaan. Aku hanya sedang menikmati kebahagiaan yang sempat terenggut ketika rasaku jatuh tepat di hadapanmu. Well, tidak masalah. Silakan berpikir aku masih mencintaimu. Terserah. Aku tak peduli.

Yah setidaknya aku masih selangkah di depanmu. Tidak harus berlomba lari dengan waktu seperti kamu yang harus susah payah menunjukkan bahwa kamu bahagia setelah meninggalkanku.. Ya, kamu harus bahagia lebih dulu. Tunjukkan padaku secepatnya. Jika kamu lambat, atau bahkan kamu gagal, akan datang hari di mana kamu akan iri pada seseorang yang mendampingiku.

Kamu akan berkata betapa beruntungnya dia mendapatkan aku. Kamu akan meregang nyawa membaca seluruh tulisan bahagiaku tentangnya. Kamu akan muak membaca betapa sering aku memujinya dalam kata-kata. Dan sejenak kamu akan terdiam. Berpikir dalam-dalam, mencoba menerima kenyataan bahwa ternyata selama ini aku sudah jauh-jauh melepasmu. Tanpa bekas. tanpa kenangan secuil pun.

Dan terima kasih Tuhan atas takdir manis berupa pembelajaran hidup, bahwa jika kamu saja tidak bisa menerima kekuranganku, bagaimana mungkin kamu pantas menikmati kelebihanku?
24 Januari 2016

Apa komentar kamu? :D