Suka tersenyum sendiri kala cinta tersambut, salahkah?

Gambarannya kira-kira seperti ini, aku yakin sobat muda pernah mengalaminya 😀 

“Saya menyukai seseorang dan sepertinya dia pun menyambut dengan baik. Karena rasa gembira yang sangat, akibatnya saya suka tersenyum sendiri. Mending jika lagi sendirian, tapi pas ketahuan teman-teman atau keluarga saya, kadang saya malu. Apakah kondisi ini normal dan tidak berbahaya (menyebabkan gila misalnya..hhaha)?”

Hal yang lumrah jika tengah dimabuk cinta. Dunia serasa milik berdua. Senyuman itu ekspresi kegembiraan yang besar. Hal ini tidak berbahaya jika Anda mampu mensikapi cinta itu dengan sikap dewasa, artinya siap jika ternyata cinta itu putus di tengah jalan. Jadi jangan hanya ingat bahagianya saja, pikirkan juga kemungkinan derita. 

Senyum dapat mengisyaratkan persahabatan, cinta dan rasa suka cita yang mendalam. Senyum mengandung unsur kebaikan lebih banyak dari negatif. Karena itu, Islam menggolongkan sebagai shadaqah. Saat dua orang bersiap untuk bertengkar, jika tiba-tiba salah satunya tersenyum tulus, maka emosi lawannya akan menurun drastis. 

Senyum dipercaya sebagai pertanda cinta. Seseorang yang senyum malu-malu saat seseorang memandangnya, menunjukkan ada rasa cinta. Sebaliknya seseorang memandang diiringi dengan senyuman memiliki makna cinta yang dalam. Senyum dan cinta adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Senyum adalah simbol cinta. Apa jadinya dua orang yang tengah dilanda cinta keduanya tidak pernah tersenyum? Dipastikan tidak akan terpancar rasa nikmatnya cinta. Muka masam mengisyaratkan permusuhan dan rasa tidak suka. Yang sedang bercinta dipastikan sarat dengan senyum kemesraan.

so, tersenyumlah kala cintamu tersambut.. tak perlu malu ^.^

[Bengkel Cinta]

Apa komentar kamu? :D