Sejak kapan sejahat ini

 
Kemudian di lain waktu dengan orang yang bebeda;
 
Maafkan aku, hanya sedang tidak berminat untuk berbasa-basi dengan siapapun di sekitarku. Jangan sebut aku antisosial. Aku hanya sedang bosan dengan semuanya.
 
Rasanya, aku butuh kau abaikan sebentar. sebentar saja. aku minta tolong padamu.
 
Mendinginkan kepala yang terlanjur panas. lalu mengumpulkan kembali tenaga yang terkuras karena bergelut dengan banyak kejadian yang sebagiannya tidak pernah bisa aku mengerti. Atau palsu lebih tepatnya.
 
Rasanya, aku sudah mulai muak terhadap semua hal yang aku percaya, namun tidak mampu aku buktikan kebenarannya.
 
Aku hanya bisa berbicara dengan diriku sendiri. tentang semua yang aku lakukan. dan tentang semua yang aku sia-siakan. Rasanya semua seimbang, meski nyatanya, sebagai manusia aku tahu betul, bahwa dosa adalah hal yang secara tidak sadar sering aku perbuat.
 
Rasanya lagi, aku menjadi pribadi yang sangat jahat. Hilang ingatan tentang siapa diriku, dan di mana posisiku.
 
Rasanya juga aku terlalu dungu untuk menyadari bahwa Tuhan mungkin bisa bosan. Bosan akan doa tanpa perbuatan seimbang, keluh kesah yang tidak berkesudahan, pada teriakan-teriakan kekanakan yang seakan tidak tahu diri serta pada sebuah rasa syukur yang sulit aku cerna dengan matang.
 
Apa ini hukuman? Atau ini pembelajaran? Rasanya aku sudah sering , lebih tepatnya harus sabar, untuk merelakan sesuatu yang sedang aku usahakan. rasanya aku hanya harus lebih mendekatkan diriku kepadanya. Dan rasanya lagi, ini sepertinya bukan hanya tentang rasanya, tapi ini sebuah kenyataan yang harus aku terima.
 
Harap ampunkan hambamu ini Tuhan..
 
Jln. Sahabat, 03 November 2016

Apa komentar kamu? :D