Kita adalah penguasa dalam kepompong

Amati sepotong nasihat ini, dari penulis esai dan penerbit Elbert Hubbard – tapi ingat, hanya mengamatinya tidak akan memberimu manfaat apapun, kecuali kamu menerapkannya:

Setiap kali melangkah keluar pintu, tarik dagumu ke dalam, angkat kepala tinggi-tinggi, dan penuhi paru-parumu; hiruplah sinar mentari; sapa kawan-kawanmu dengan senyuman, masukkan semangat dalam setiap jabat tangan

Jangan takut disalah mengerti, jangan buang waktu semenitpun berpikir tentang orang-orang yang membencimu.

Usahakan untuk tetapkan dalam pikiranmu apa yang ingin kamu kerjakan; kemudian tanpa membelokkan arahnya, kamu akan bergerak maju mencapai apa yang kamu harapkan.

Jaga pikiranmu agar berada pada hal-hal yang baik dan menyenangkan yang ingin kamu lakukan, kemudian, tatkala hari-hari bergerak melaju, kamu akan mendapatkan dirimu tanpa sadar menagkap kesmpatan-kesempatan yang menunggu pemenuhan hasratmu, persis seperti serangga koral mendapatkan diri gelombang pasang unsur yang dia butuhkan.

Gambarkan dalam pikiranmu bahwa kamu manusia yang mampu, bersungguh-sungguh dan berguna, yang menjadi idamanmu, dan pikiran yang kamu simpan itu setiap jamnya akan mengubahmu menjadi individu khusus tersebut.


Pikiran memang luar biasa.

Lestarikan sikap mental yang benar— sikap yang bersemangat, terus terang, dan kegembiraan yang baik. Berpikir memang sama dengan mencipta. Semua hal muncul dari hasrat, dan setiap doa yang tulus akan dijawab. Kita akan menjadi orang sepert itu apabila hati kita tetap. Angkat dagumu dan angkat kepalamu tinggi-tinggi. Kita adalah penguasa dalam kepompong.



—Dikutip dari buku “How to Win Friends and Influence People” oleh Dale Carnegie dengan sedikit gunahan.

Apa komentar kamu? :D