Cinta bagimu…

Cinta bagimu mungkin adalah sesuatu yang rumit, meski tak juga dapat dianggap sebagai sesuatu yang sulit. cinta bisa jadi sesuatu yang sangat sederhana. meski seringkali dia hadir dalam bentuk rasa yang tak biasa. bagaimanapun kamu memandang cinta, tak dapat disangkal lagi bahwa hidup adalah serangkaian perjalanan mencintai dan dicintai. (Eaaa..)

Cinta itu agak membingunkan, kayak rumus fisika yang diaplikasikan ke dalam soal. sudah dicari-cari, dihitung-hitung sesuai petunjuk buku, tapi nggak ketemu-ketemu juga jawabannya. Iya apa iya??

Cinta itu bukan pelajaran sejarah yang harus kamu hafal urutan peristiwa, tempat dan tokohnya. tapi cinta kayak pelajaran biologi yang harus dipahami proses dan bagian-bagiannya. belum cocok juga? hmm.. mungkin cinta akan lebih dapat digambarkan dengan pelajaran kimia, seperti dua unsur berbeda sifat dan berbeda muatan yang dapat saling tarik menarik dan membentuk senyawa dengan sifat yang baru ? hheheh


eitsss.. santai 😀 … percayalah bahwa cinta nggak serumit itu, cinta itu sederhana. seperti teh manis buatan ibu yang menghangatkan suasana pagi hari., dan seperti ucapan selamat pagi dari si dia yang kamu suka. (hiihih… ada yang senyum-senyum sendiri, nih. *aku juga. hahhaha)

katanya, cinta itu soal aku dan kamu.
soal dunia menjadi milik kita, dan tak ada orang lain di antara kita.
katanya, jomblo itu menyedihkan sekaligus merana. kamu sendirian tanpa pacar yang memerhatikan.
katanya, pernikahan itu tepat dilakukan setelah kita saling mengenal.
ya, saling mengenal lewat pacaran. katanya..katanya..

well, cinta nggak sesederhana kamu “nembak” cewek, atau semudah kamu nerima “tembakan” si doi.
ketika ikrar cinta dibuat, ada rentetan tanggung jawab dan konsekuensi setelahnya; hak dan kewajiban, kematangan emosi dalam menyelesaikan konflik, de el el.. yg akan berakibat fatal jika kamu belum siap mengelolanya. SEJATINYA, menunda hati terikat sampai tiba akad jauh lebih nikmat.

begitu paripurnanya islam sehingga mengatur secara rapi dan rasional tentang hubungan laki-laki dan perempuan. bagaimana aku dan kamu selalu melibatkan Allah dalam segi tiga cinta yang indah tapi bertanggung jawab.

*bersambung

Apa komentar kamu? :D