Berhentilah tersenyum sejenak

Menangislah

Kau tahu kenapa hujan turun? Karena langit tak lagi mampu menahan gumpalan air yang tertahan di langit sana. Sudah terlalu berat.

Begitu juga dengannya yang akhir-akhir ini sok tegar di hadapan kami, akhirnya air mata itu keluar juga dari sudut mata mungilnya yang selalu berbinar bercahaya. Tangisnya tak tertahankan lagi, sudah terlalu berat. Aku yakin itu.

Berhentilah tersenyum sejenak, menangislah! jika itu akan meringankan sedihmu.

Sudah beberapa hari ini sosok yang selalu ceria dan bersemangat itu tak kulihat bahagia di wajahnya. Matanya tak bisa sembunyikan kepedihan, senyumnya penuh kepalsuan dan memaksa.

Begitu beratkah? Pantaskah kau tangisi?

Izinkan aku mengatakan bahwa; yang kau jalani sudah salah dari awal. Tidak ada sedikit pun faedah dari yang kau jalani. Tidak ada. Sedikit pun! Tapi sepertinya kau telah menentukan pilihan.

15 februari 2016

Apa komentar kamu? :D