Aku yakin ini karena kamu

Bismillah…
Setiap Desember adalah menunggu. Menunggu detik yang baru karena sebentar lagi akan ada yang berganti. Januari adalah tenaga baru untuk berbuat sesuatu. Sedangkan di Februari, orang bilang ada segepok cinta yang minta direngkuh. Begitu juga April Mei, dan seterusnya. Benang merahnya adalah bahwa hidup selalu berawal dari sebab lalu muncullah akibat.
Bersebab perjumpaan kita maka Tuhan menumbuhkan getaran cinta di hatiku karenamu. Sebagai akibatnya 15 mei aku menjadikanmu sebagai orang yang special dalam perjalanan hidupku. Aku akan selalu mengenang momen indah itu dan selalu akan rindu.

           Engkau pasti masih ingat surat pengakuan yang aku kirimkan padamu. Waktu itu pagi yang cerah dan segar di bulan Mei, Tepatnya 15 mei 2014. Meski tidak bersama mawar, semerbak wangi isi surat itu masih dapat tercium ke setiap sudut hatimu. Setiap kalimat itu lahir dari tanganku yang memang belum mahir merangkai kata. Sebetulnya surat itu bukan aku tulis untukmu, melainkan aku tulis untuk getar hatiku sendiri. Sebab, hatiku bergetar karena aku terpikat dengan apa yang telah Tuhan tunjukkan padaku lewat dirimu.



Tuhan telah mempertemukan aku dengan engkau, juga telah menggerakkanku untuk mengakuinya.
Ada yang mengatakan kecintaan kepada sesuatu selalu ditandai dengan getaran hati. Aku sudah membuktikan kebenaran ucapan itu. Tuhan telah menciptakanmu yang Dia buatkan hatiku bergetar saat melihatmu. Aku menyukaimu.
Tahukah engkau kenapa aku begitu yakin dengan ucapanku? Sebab aku adalah kaum yang berfikir. Sungguh aku teryakinkan bahwa getar hati ini benar-benar karenamu. Demi Dzat yang mengirimkan angin kemudian menyebarkan awan yang merata ke langit, aku percaya sepenuhnya bahwa Dzat itu pulalah yang mengirimkan engkau kepadaku dan diciptakannya pula oleh-Nya getar itu di hatiku. Untuk memberi warnah dalam  episode kehidupanku.

“(Allah) yang mempersatukan hati mereka. Walaupun engkau (Muhammad) membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal:24)

Dari situlah aku yakin bahwa sungguh hati kita telah ditautkan oleh-Nya. Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa getar ini benar-benar karenamu. Jumpa kita sebenarnya biasa-biasa saja, tapi getarnya terasa tiap inti detiknya. lagi… dan lagi!

Makassar, 24 Desember 2014

Apa komentar kamu? :D